Selasa, 30 Maret 2010

PERKANDANGAN TERNAK KAMBING DAN DOMBA

Perkandangan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan tingkat keberhasilan suatu usaha peternakan kambing dan domba. Perkandangan yang sering tidak memenuhi kaidah dan fungsi yang sesungguhnya, cenderung akan merugikan baik terhadap ternak itu sendiri, manusia dan lingkungan. Oleh sebab itu, pengetahuan yang komprehensif tentang perkandangan perlu diketahui sebagai upaya bagi peningkatan produktivitas ternak kambing dan domba yang dipelihara sekaligus mengurangi dampak negatif pecemaran lingkungan sekitarnya.
Membangun kandang untuk ternak kambing dan domba sama seperti membangun rumah untuk tempat tinggal manusia, sehingga secara hakekat normative harus sama. Pembangunan kandang memerlukan keterampilan dan keseriusan. Tujuannya adalah untuk menciptakan desain kandang yang sempurna bagi kambing dan domba yang dipelihara atau akan dipelihara agar benar-benar menjadi tempat yang nyaman bagi ternak kambing dan domba itu sendiri. Prinsipnya adalah konstruksi kandang harus dapat membuat kambing merasa nyaman dan aman. Kondisi ini tentunya akan menjadikan kambing dan domba berproduksi secara normal.

PEMBAHASAN :

a. Fungsi kandang bagi ternak kambing dan domba.
Kandang merupakan sebuah bangunan atau tempat yang dibuat bagi ternak agar dapat hidup, bertumbuh dengan sehat dan aman, serta dapat terkontrol dari penyakit dan aktivitas reproduksinya.
Bagi ternak kambing dan Domba, bangunan kandang harus memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut :

- Melindungi ternak kambing dan domba dari sinar matahari yang berlebihan, angin, hujan, penyakit dan predator.

- Melindungi ternak kambing dan domba dari bahaya-bahaya luar, seperti pencuri, hewan-hewan liar sebagai pemangsa maupun pembawa penyakit.

- Memudahkan dalam melakukan tatalaksana pemeliharaan, penanganan limbah dan aktifitas keseharian kambing seperti makan, minum, tidur, kencing, atau buang kotoran.

- Kandang dapat mempermudah peternak dalam melakukan pengawasan dan menjaga kesehatan ternak.

- Sebagai tindakan preventif agar supaya kambing tidak merusak taneman dan fasilitas lain yang berada di sekitar lokasi kandang, menghindari terkonsumsinya pakan yang berbahaya bagi kesehatan kambing dan memanfaatkan serta mengefisienkan lahan yang sempit.
b. Syarat dan Lokasi kandang untuk pemeliharaan ternak kambing dan domba.

Sesuai dengan fungsinya untuk memberikan kenyamanan bagi ternak, manusia dan lingkungan, maka pembuatan kandang harus direncanakan secara baik dan memenuhi beberapa syarat, sebagai berikut :
1. Kandang dibuat di daerah yang relatif tinggi dari daerah sekitarnya (Agar air hujan tidak tergenang), tidak lembab serta jauh dari kebisingan.
2. Pertukaran udara baik sehingga udara dalam kandang selalu segar.
3. Sinar matahari pagi diusahakan masuk dalam kandang, oleh karena itu kandang sebaiknya menghadap timur. Sinar matahari Berguna untuk : membunuh bibit penyakit, membantu proses pembentukan Vitamin D dan mengurangi kelembaban kandang
4. Kandang dan lingkungnnya harus mudah dibersihkan serta diupayakan semaksimal mungkin untuk menggunakan bahan-bahan lokal yang murah.
5. Letak kandang paling kurang 10 m dari perumahan.
6. Jauh dari sumber mata air yang dipergunakan masyarakat sehingga kotoran ternak tidak mencemari air.
7. Cukup kuat dan tahan lama.

Selain itu ada juga beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam memilih lokasi untuk pemeliharaan ternak kambing dan domba, sebagai berikut :

1. Mudahnya komunikasi.
Usahakan agar areal yang dipilih mudah untuk mengadakan hubungan ke luar demi memperoleh informasi, terutama dalam memperlancar usaha dan pemasaran.

2. Mudahnya Transportasi.
Angkutan antara lokasi terpilih dengan sumber-sumber bahan baku dan pasar hasil produksi, mudah, cepat, biaya murah, tidak menyebabkan rusak atau susut banyak terhadap produk.
3. Potensi alam yang menunjang
- Faktor iklim: suhu (temperatur) lingkungan, kelembaban, ketinggian tempat, kecepatan angin, harus sesuai dengan kondisi fisiologik yang optimum bagi ternak.
- Tidak jauh dari sumber air. Air bagi ternak sangat vital
4. Tenaga kerja (pegawai) : mudah diperoleh dan murah
5. Tanahnya cukup subur : terutama untuk usaha ternak yang
membutuhkan hijauan
6. Terisolir : tidak terlalu dekat dengan kandang ternak lain dan dengan pemukiman penduduk.

c. Konstruksi kandang ternak kambing dan domba yang baik.
Sebagai tempat bertumbuh dan berkembangnya ternak kambing dan domba maka konstruksi kandang harus memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan ternak. Konstruksi kandang pada masing-masing bagian dapat disarankan, sebagai berikut :

1. Atap.
Atap sebagai pembatas kandang bagian atas memegang peranan yang besar sebagai pelindung terhadap hujan, terik sinar matahari dan pengatur panas dalam kandang. Panas dalam kandang sebagian besar berasal dari atap dan hilang juga melalui atap. Oleh karena itu bahan dan konstruksi atap perlu mendapat perhatian.

Peranan bahan atap terletak pada daya pantul, penghantaran panas, dan keawetannya. Suatu contoh bahan atap seng, mempunyai daya pantul yang tinggi namun daya hantar panas dan radiasinya sangat besar sehingga ruangan kandang sangat panas pada waktu terik, & dingin pada waktu malam. Asbes yang baru mempunyai daya pantul dan penghantar panas yg baik namun mudah berubah setelah digunakan beberapa saat.

Bahan atap yang termasuk baik adalah genteng, karena tahan lama, menghantar panas dan radiasi yang kecil. Genteng sangat baik menahan panas sehingga dapat mempertahankan suhu kandang konstan, aliran udara bisa melalui celah, lagi pula kecil kemungkinan dijadikan sarang tikus atau binatang lain.
Bahan sirap juga sangat baik, hanya harganya cukup mahal. Atap dari daun nipah, rumbia, alang-alang sangat baik untuk memelihara suhu dalam kandang, harganya murah, namun tidak dapat tahan lama.

Konstruksi atap dapat dibuat berbentuk huruf A (miring ke kanan dan kiri) atau dapat dibuat miring ke belakang (untuk atap seperti ini bagian depan kandang harus lebih tinggi dari belakang).

2. Ventilasi.
Ventilasi adalah jalan keluar-masuknya udara sehingga udara segar dari luar dapat masuk menggantikan udara kotor di dalam kandang. Hanya ventilasi yang baik yang bisa memberikan kemungkinan meningkatkan taraf kesehatan, pertumbuhan, dan efisiensi penggunaan ransum.

Lubang ventilasi yang baik berguna untuk :

- Mempermudah udara kotor (CO2 dan NH3) keluar dari kandang dan diganti dengan udara segar dari luar.
- Mengurangi suasana panas dan pengap dalam kandang.
Ventilasi yang tidak baik menyebabkan kadar O2 dalam kandang berkurang, CO2 uap air, NH3' dan gas-gas lain hasil proses pembusukan menjadi meningkat sehingga menimbulkan bau yang menyengat. Hal ini mengakibatkan ternak menjadi sesak nafas, menurunnya konsumsi ransum, kekurangan darah, efisiensi ransum jelek, setelah itu pertumbuhan dan produksi menjadi turun.

Besar kecilnya ventilasi bisa dipengaruhi oleh sistem atap, tinggi kandang atau pemasangan kipas secara khusus

3. Lantai Kandang.
Berfungsi sebagai tempat berpijak, berbaring dan beraktivitas. Untuk memenuhi fungsi tersebut maka lantai kandang harus dibuat rata, tidak keras, tidak licin, tidak mudah tembus air, tahan lama dan tidak cepat panas atau dingin.

Lantai kandang pada pokoknya ada dua macam yaitu sistem lantai padat yaitu lantai kandang yang langsung rapat dengan tanah dan digunakan untuk tipe kandang lemprak atau berlantai, dan sistem lantai bercelah yaitu lantai dengan alas yang berlubang untuk lewatnya kotoran dan digunakan pada tipe kandang panggung..
Ternak kambing dan domba umumnya cenderung menggunakan lantai kandang bercelah. Jenis lantai kandang bercelah ini bisa berbentuk alur, sistem wire (ram kawat) atau kombinasi antara litter dan wire.
Lantai kandang bercelah ini bertujuan agar keadaan lantai selalu bersih karena kotoran bisa jatuh ke kolong kandang, disamping peredaran udara lebih terjamin karena bagian bawah lantai ditembusi angin. Namun demikian biaya dan tenaga untuk membuat lantai kandang relative lebih besar disamping perlunya waktu ekstra untuk memperhatikan alas penampung kotoran. Bahan lantai bisa terbuat dari kayu, bambu, kawat atau pelat besi yang berlubang. Besar lubang perlu diperhitungkan sehingga kaki ternak tidak terperosok. Lebar celah pada umumnya 1,5 – 2,0 cm.

4. Dinding Kandang.
Berfungsi sebagai pelindung ternak dari gangguan luar dan penghalang agar ternak tetap berada di dalam kandang. Dengan demikian dinding kandang harus terbuat dari bahan yang kuat dan memberikan kondisi nyaman bagi lingkungan kandang.
Pada daerah panas kontstruksi kandang sebaiknya terbuka, kecuali pada waktu melahirkan dan anak prasapih, tidak seluruh kandang terbuka.
Bahan dinding terbuat dari kayu, bambu, atau besi. Jarak antara dinding selebar 5-10 cm untuk meminimalkan resiko saling mengganggu antar sesama ternak. Pada bagian depan khususnya tempat makan, jarak antar dinding dibuat lebih lebar sekitar 20-30 cm sehingga kepala ternak dapat dengan leluasa mengambil makanan.

5. Posisi Kandang.
Untuk mendapatkan cukup sinar matahari pagi secara langsung dan untuk menghindari teriknya sinar matahari waktu siang, posisi kandang sebaiknya dibuat menghadap ke timur. Dengan demikian sinar matahari sebagai pembunuh kuman dan pengering kandang dapat dimanfaatkan secara optimal.

6. Kolong Kandang.
Sebagai tempat untuk menampung kotoran, air kencing dan sisa-sisa pakan yang jatuh dari kandang, maka sebaiknya tanah dasar kolong digali sedalam 40 -50 cm dengan tujuan agar semua bahan yang jatuh dari kandang tidak tercecer keluar. Tanah bekas galian kolong kandang ditata sedemikian rupa sehingga merupakan benteng atau penghalang yang dapat mencegah air hujan masuk dan tergenang di bawah kandang. Ukuran tinggi kolong kandang yang disarankan adalah 50-70 cm dari permukaan tanah.
d. Tipe dan Ukuran Kandang Ternak Kambing dan Domba.
Pada hakekatnya tipe kandang untuk ternak kambing dan domba dapat dibedakan menjadi 2 (Dua) tipe, yaitu :

a. Tipe Kandang Panggung.
Kandang panggung merupakan kandang yang konstruksi lantainya dibuat sistem panggung. Kandang ini memiliki kolong yang berguna sebagai tempat penampungan kotoran. Kandang ini dapat dibuat tunggal atau ganda dengan posisi saling membelakangi. Alas kandang harus dibuat dari bahan yang tahan lapuk seperti kayu / bambu yang sudah diawetkan. Celah lantai panggung ± 1,5 - 2 cm agar kotoran mudah jatuh dan kaki ternak tidak terperosok.

Kelebihan kandang ini : Kotoran & kencing mudah mengalir sehingga kebersihan kandang terjaga; lantai kandang tidak becek sehingga kelembapan dapat dihindari; perkembangbiakan kuman penyakit, cendawan dan parasit dapat ditekan.

Kelemahan kandang ini : Biaya pembangunan kandang sangat mahal; resiko kecelakaan jika lantai kandang sudah lapuk; kandang memiliki beban sehingga apabila konstruksinya tidak baik dapat menimbulkan kecelakaan.

b. Tipe Kandang Lemprak.
Merupakan tipe kandang yang sering digunakan untuk usaha penggemukan/kereman. Kandang ini tidak dilengkapi dengan alas kayu tetapi hanya beralaskan jerami atau rumut kering dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang ini juga tidak dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang diletakkan di atas alas. Pemberian pakan sengaja diperbanyak agar didapat hasil kotoran yang banyak. Kotoran tersebut akan dibongkar setelah ± 1-6 bulan.
Kelebihan kandang ini : Biaya pembuatan kandang murah karena konstruksinya yang sederhana; Resiko kecelakaan lebih kecil dari kandang panggung.

Kelemahan kandang ini : Tidak terdapat tempat penampungan kotoran yang khusus sehingga kebersihan kandang kurang terjamin. Dengan demikian kandang harus selalu dibersihkan; Lantai kandang sering becek dan lembab sehingga merupakan suasana yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan kuman, cendawan dan parasit yang merugikan ternak kambing dan domba ; Kesehatan ternak kurang terjamin karena lebih mudah terserang penyakit.

Ukuran Kandang Kambing dan Domba.

@. Kandang induk.
Merupakan tempat bagi ternak kambing dan domba untuk beristirahat, makan, tidur dan membuang kotoran. Ukuran kandang induk/utama, per ekor ternak kambing dan domba adalah 1 x 1 meter.

@. Kandang induk dan anaknya.
Merupakan kandang yang khusus digunakan untuk seekor induk yang sedang menyusui anaknya sampai anaknya disapih (± 3 bulan). Untuk bagian kandang ini Seekor induk kambing dan domba memerlukan luasan kandang sebesar 1,5 x 1 m dan untuk anak membutuhkan luas 0,75 x 1 m.

@. Kandang Pejantan.
Merupakan kandang yang khusus digunakan untuk seekor jantan pemacek. Kandang untuk ternak kambing dan domba jantan sebaiknya cukup luas, memperoleh sinar matahari pagi dan udara segar serta bersih. Selain itu diusahakan agar kandang domba jantan pemacek terpisah dari kandang domba lainnya, tetapi tidak terlalu jauh dengan kandang kambing atau domba betina lainnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak gaduh dan terjadi perkelahian. Dianjurkan kandang pemacek dibuat bersekat-sekat. Luas kandang yang diperlukan untuk seekor kambing dan domba jantan pemacek adalah 1 x 1,5 m.

@. Kandang Kawin.
Merupakan kandang yang khusus digunakan untuk proses perkawinan ternak kambing dan domba. Kandang tersebut sebaiknya cukup luas dengan ukuran minimal 4 x 6 m atau digunakan untuk kapasitas tampung 4 ekor : 1 ekor pejantan dengan 3 ekor betina. Kandang ini digunakan untuk menampung ternak kambing dan domba betina yang diduga sedang berada dalam masa berah untuk dikawinkan. Umumnya pada perkawinan alamiah, betina tersebut akan ditempatkan bersama pejantan selama satu kali periode berahi/estrus.

e. Perlengkapan-perlengkapan ternak kambing dan domba.

Dalam budidaya ternak kambing dan domba, ada beberapa peralatan kandang yang harus selalu ada dan dibutuhkan dalam sebuah lokasi kandang kambing dan domba.Yang dimaksud dengan peralatan kandang disini adalah alat-alat yang penggunaannya dikhususkan di kandang. Berbagai Peralatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tempat makan / Palung makanan.
Merupakan tempat makanan di dalam kandang yang dibuat sedemikian rupa sehingga bahan pakan yang diberikan tidak tercecer. Pada palung / tempat makanan ini juga perlu disediakan ember untuk pemberian air minum.


2. Gudang makanan.
Merupakan tempat penyimpanan sementara untuk pakan yang belum diberikan kepada ternak. Umumnya gudang pakan akan disimpan konsentrat maupun hijauan yang belum diberikan. Penanganan khusus terhadap hijauan perlu dilakukan. Hijauan pakan yang disimpan dalam gudang sebaiknya tidak dalam ikatan agar tidak mengalami fermentasi yang menimbulkan panas dan akan mengurangi kualitas hijauan. Demikian pula terhadap makanan penguat hendaknya disimpan pada tempat yang terhindar dari proses pembusukan dan serangan hama.

3. Tempat Umbaran.
Merupakan bagian dari kelengkapan sistem perkandangan ternak kambing dan domba. Tempat umbaran ini digunakan sebagai tempat excersice ketika kandang sedang dibersihkan. Tempat umbaran akan sangat bermanfaat bagi ternak kambing dan domba yang tidak pernah digembalakan (intensif) sehingga kesehatannya selalu terjaga sekaligus merupakan tempat olahraga atau jalan-jalan bagi induk yang sedang bunting. Kesulitan induk untuk beranak (Distokia) umumnya sering disebabkan akibat kurangnya aktivitas bergerak dari induk yang sedang bunting.

4. Tempat kotoran.
Merupakan perlengkapan kandang yang sedah sewajarnya tersedia. Pada kandang tipe lemprak, sisa makanan atau kotoran akan menumpuk jadi satu dan sangat mengganggu kesehatan. Sebaliknya pada tipe panggung, kotoran akan tertumpuk pada kolong kandang sehingga akan mudah diolah untuk pembuatan pupuk.. Oleh sebab itu jarak lantai kandang tidak boleh terlalu rapat.

1 komentar: